Our social:

Latest Post

Wednesday, 22 November 2017

MPR RI Ngobrol Bareng Netizen, Ajang Mengenal Kembali Indonesia

MPR Ngobrol Bareng Netizen (Foto : Heni Puspita)
MPR RI Ngobrol Bareng Netizen (Menulis Indonesia) – “Kita semua Pancasila, kita semua Indonesia,” begitulah kata Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat berbincang bersama Netizen Lampung, dalam tajuk ‘Netizen Lampung Ngobol Bareng MPR RI’ di Hotel Swiss-Belhotel Lampung, Minggu (19 November 2017).
Dalam kegiatan tersebut MPR RI pun bekerja sama dengan Tapis Blogger, sebuah komunitas blogger yang saat ini terus bergeliat menunjukan eksistensi sebagai penyumbang informasi-informasi positif kepada dunia, tak hanya lokalitas Lampung maupun Indonesia. Sebab, kami para penggiat yang berada di dalamnya sebagai anggota pun meyakini, jika bukan kita, siapa lagi yang bisa memberikan informasi cerdas dengan mengedepankan realita dan data, bukan sekedar kata yang dirangkai dan berujung pada berita bohong alias hoax.
Acara yang berlangsung pada pukul 18.00 hingga waktu yang ditentukan selesai. Meski ada keterlambatan, tapi secara menyeluruh tak ada masalah. Kurang lebihnya acara ngobrol bareng netizen Lampung bersama MPR RI ini pun berlangsung 3 jam.
Banyak hal yang saya dapat di acara tersebut, termasuk kesimpulan yang telah saya kutip di atas dan pertama kali. Kenapa langsung saya tulis di atas. Inilah Indonesia yang sedang diterpa bencana besar dari kata-kata warganya. Entah dari mana awal mulanya. Di negeri ini sangat mudah menerikan kekafiran seseorang, dengan mudah menyebut anti NKRI, anti Pancasila, dan bukan Indonesia. Labelisasi yang begitu mudah tersemat dari mulut seorang manusia yang jika tak sepaham dan tak sejalan, makan siaplah diserang. Miris!
Belum lagi, banjir bandang Hoax! Berita tidak benar. Tapi dijadikan landasan. Lalu, diperuntukan untuk menghujat antar sesama manusia. Yang tak sepaham dan tak segolongan, ataupun sealiran, siap-siap dibencanakan dengan berita bohong. Ini kan miris. Kenapa kita masih berseteru di tanah yang katanya telah merdeka.
Persatuan dan kesatuan pun dipecah belah. Rasa hormat sudah tidak bisa diperuntukan untuk keutuhan negara. Tapi keutuhan perut individu dan golongan. Ini semakin ngeri.
Saya pada akhirnya bersyukur. Bisa hadir di acara “MPR RI Ngobrol Bareng Netizen Lampung” sungguh saya ucapkan rasa syukur dalam setiap perjalanan. Beberapa pertanyaan sudah saya gagas. Dipikiran saya penuh pertanyaan dan persoalan. Termasuk tentang kondisi Indonesia yang semakin mengkhawatirkan jika terus menerus masyarakatnya seperti yang telah saya sampaikan di atas.
Saya  "Yoga Pratama" Saat Menyampaikan Pandangan/Catatan/Pertanyaan
Dan pada akhirnya, ketika acara di mulai, yang didahulukan, pemaparan Siti Fauziah, S.E., M.M. sebagai Kepala Biro Humas MPR RI dalam sambutannya menjelaskan tujuan diadakan ngobrol bareng ini, saya pun terus mengolah tata bahasa saya agar tak terlalu kaku, karena saya rasa ini penting untuk disampaikan. Dan sangat tepat ketika berbincang saat ini dengan kami para penggiat alias netizen yang kesehariannya berkutat dengan tulisan baik dalam buku maupun per-google-an.
Lalu, ditambah lagi, penyampaian dan pemaparan Pak Ma'ruf Cahyono, S.H., M.H. (Sekretaris Jenderal MPR RI) yang benar-benar membangunkan saya, mengingatkan saya bahwa dulunya saya adalah seorang aktivis kampus, yang kerap memprotes beberapa kebijakan pemerintah yang tak memihak pada pendidikan dan masyarakat, khususnya bagi mahasiswa. Saya seperti diingatkan, bahwa saya masih berada di Indonesia. Dan inilah Indonesia. Saya pun begitu seksama memperhatikan setiap kata apa yang disampaikan para pemapar di podium, tepat di depan saya duduk.
Saat itu, saya seperti baru lahir, dan kembali dikenalkan tentang Indonesia.
Saya seperti orang yang lupa, bahwa saya sudah Indonesia, sangking merasa heran dengan kondisi bangsa dan warganya yang begitu mudah saling memperolok, menyudutkan kafir dan anti NKRI, saling serang, bahkan bisa jadi saling membunuh. Nauzubillah.
Lagi, dengan penyampaian puisi Pak Ma’ruf, yang kebetulan sekali saya adalah pecinta puisi, saya penikmat sastra, dan saya maniak di setiap panggung puisi. Hanya saja, saat itupun saya menahan diri, dan lebih menikmati pemaknaan puisi yang dibacakan Pak Ma’ruf. Seperti ini puisinya :
Apakah kita masih indonesia?
MANIFESTO
INI BARU INDONESIA

Masih Indonesiakah kita 
Setelah sekian banyak jatuh bangun 
Setelah Sekian banyak tertimpa dan tertempa
Setelah sekian banyak terbentur dan terbentuk

Masih kita meletakan harapan di atas kekecewaan 
Persatuan diatas perselisihan 
Musyawarah diatas amarah 
Kejujuran diatas kepentingan

Ataukah ke-Indonesia-an kita telah pudar
Dan hanya tinggal slogan dan gambar

Tidak !
Karena mulai kini nilai-nilai itu kita lahirkan kembali
Kita bunyikan dan kita bumikan 
Menjadi jiwa dan raga setiap manusia Indonesia

Dari Sabang sampai Marauke 
Kita akan melihat lebih banyak lagi 
Senyum ramah dan tegur sapa
Gotong royong dan tolong menolong 
Kesantunan bukan anjuran tapi kebiasaan 
Kepedulian menjadi dorongan

Dari terbit hingga terbenamnya matahari 
Kita melihat orang orang berpeluh tanpa mengeluh 
Berkeringat karena semangat 
Kerja keras menjadi ibadah 
Ketaatan menjadi kesadaran 
Kejujuran menjadi harga diri dan kehormatan

Wajah mereka adalah wajah Indonesia yang sebenarnya 
Tangan mereka adalah tangan Indonesia yang sejati
Keluhuran budi mereka adalah keluhuran Indonesia yang sesungguhnya

Hari ini kita gemakan, Ini baru Indonesia
Dari MPR untuk NKRI.

Bagaimana tidak, saya seperti dikenalkan kembali pada Indonesia. Masih Indonesiakah kita. Setelah sekian banyak jatuh bangun. Setelah Sekian banyak tertimpa dan tertempa. Setelah sekian banyak terbentur dan terbentuk. Kita sudah cukupkan itu semua. Indonesia bukan perkara yang lalu, dan hari ini. Melainkan juga masa-masa yang akan datang. Intinya, mari jaga Indonesia. Bersatu padu. Persatuan dan kesatuan. Dan tetaplah menjadi Indonesia. Karena saya sepakat apa yang disampaikan Pak Zulkifli: Kita Semua Pancasila, Kita Semua Indonesia.
Tak hanya itu, kenapa saya sebut, pertemuan ini seperti ajang kembali mengenalkan Indonesia. Saya akan kembali merincikannya :
Dulu, Semasa Kuliah ?
Saya jadi mengenang. Saat menjadi seorang aktivis, dan kami membuat sebuah acara yang mengundang MPR RI untuk datang ke kampus. Lalu, dibuatlah acara 4 Pilar Kebangsaan. Dan saat ini sudah berubah menjadi 4 Pilar MPR.
Kurang lebihnya seperti ini 4 pilar MPR itu ?
Empat Pilar MPR
1.   Pancasila Sebagai Dasar dan Ideologi Negara 
2.   UUD NRI Tahun 1945 Sebagai Konstitusi Negara 
3.   NKRI Sebagai Bentuk Negara 
4.   Bhenika Tunggal Ika Sebagai Semboyan Negara
Selain itu, apalagi?
Mari Implementasi sila-sila dari Pancasila, berikut penjabarannya :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa 
- Berhenti saling menyakiti, mulailah saling menghargai 
- Berenti saling merendahkan, mulailah menghormati perbedaan
- Berhenti takabur, mulailah bersyukur
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab 
- Stop marah marah, mulailah bersikap ramah 
- Berhenti memaki, mulailah memakai hati
- Berhenti curiga, mulailah menyapa
3. Persatuan Indonesia
- Berhenti berseteru, mulailah bersatu
- Berhenti memaksakan, Mulailah berkorban 
- Berhenti mencari perbedaan, mulailah bergandeng tangan
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan / Perwakilan
- Berhenti silang pendapat, mulailah mencari mufakat 
- Berhenti besar kepala, mulailah berlapang dada
- Berhenti bersilat lidah, mulailah bermusyawarah
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia 
- Berhenti malas, mulailah bekerja keras
- Stop diskriminasi, mulailah toleransi
- Berhenti menang sendiri, mulailah berbagi.
Nilai-nilai kebangsaan yang harus kembali kita pahami dan Pancasila yang harus diimplementasi. Kenapa hal tersebut terlahir di Indonesia. Setidaknya ini juga sebuah pemahaman tentang Ideologi negara seperti yang para pemapar sampaikan. Seperti :
  1. Bangsa yang religius dan tidak boleh hilang, indikatornya dan  implementasinya.
  2. Bangsa yang memanusiakan manusia sendiri atau karakter humanisme.
  3. Suarakan persatuan, Nasionalisme dengan banyak cara. Misalkan, dengan mencintai produk dalam negeri, dll.
  4. Tidak boleh mengambil keputusan yang akan memunculkan konflik. Selesaikan dengan musyawarah mufakat.
  5. Keadilan sosial.
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan
Hingga pada akhirnya berada di puncak acara, pemaparan yang disampaikan Ketua MPR RI DR. (H.C) Zulkifli Hasan, S.E., M.M. Ada beberapa persoalan yang dipaparkan pimpinan MPR yang juga sangat kental dengan tanah kelahirannya di Lampung itu. Indonesia sedang dihadapkan beberapa problema, dari kemiskinan, kesenjangan, korupsi, hingga pada faktor ketidakpercayaan atau distrust.
Untuk itu, kita pun diminta untuk kembali membudayakan bagaimana mencintai daerah tanah kelahiran, mencintai Indonesia. Serta tidak melupakan jasa pahlawan, yang telah mencatatkan sejarah dengan darah, bagaimana bangsa ini terlahir sampai pada akhirnya menjadi bangsa yang besar.
Maka dari itu, masyarakat diminta untuk terus tumbuh seiring ilmu pengetahuan, hal ini juga agar masyarakat tidak mudah dipecah belah. Karena tidak mudah hidup di era sekarang, kita hidup tak hanya membutuhkan cerdas dan cermat saja. Tetapi juga butuh cekatan. Nasib bangsa terus dipertaruhkan. Setidaknya demikian.
Lalu, pada kesempatan di akhir acara, ada kesempatan bertanya, dan kebetulan saya mengajukan diri untuk bertanya. Apa yang saya sampaikan?
Saya hanya sekedar menyampaikan seperti apa yang telah saya ditulis di atas. Titik kehawatiran masyarakat yang sudah tidak cerdas dalam memberi, menerima, dan mengelola informasi. Sehingga Hoax itu adalah penjajahan di era masa kini. Musibah silih berganti dari bilik kata. Hingga pada akhirnya menimbulkan perpecehan dan persengketaan. Ironi, ketika informasi tak terbendung justru menjadi bencana yang kian terus bersenandung.
Saya pun berharap, ada tingkatan kelanjutan program kerjasama dengan para netizen dalam hal ini Tapis Blogger di Lampung untuk bisa bersama dengan MPR turun ke masyarakat, menyampaikan informasi baik dalam bentuk pelatihan ataupun sharing informasi apa saja hal positif yang bisa dilakukan masyarakat dalam memberikan informasi yang baik. Tidak mudah diprovokasi kata-kata yang hoax. Dan tidak terjebak pada kepentingan. Meski belum memuaskan setidaknya saya sudah mendapatkan jawaban.
Bersama siapapun, kita tetap Indonesia. Sudah seharusnya, dengan gerak terbatas ataupun gerakan yang lebih luas, kita membantu bangsa ini dalam mencerdaskan, mencermatkan, dan mencekatkan generasi berikutnya dengan pemberian tulisan yang informatif bukan sekedar provokatif.
Sebab, kenapa saya juga pada akhirnya mendapat sebuah jawaban, bahwa saya sedang diingatkan kembali pada Indonesia. Pak Zulkifli berlang kali sampaikan. Kita semua Pancasila, kita semua Indonesia,” ia pun mengajak, para penggiat literasi, baik pembaca maupun penulis, atau yang biasa disebut pula dengan sebutan Netizen. Lebih khusus disampaikan kepada para Netizen Lampung, agar dapat menjadi jembatan penyambung pesan positif antara MPR RI dan rakyat Indonesia. Sampaikan 4 Pilar MPR dan keberadaan pancasila yang diimplementasi dalam kehidupan.
Selain itu, saya mengutip dari pernyataan teman-teman saya di Netizen Lampung juga, bahwa Pak Zulkifli menitip pesan, diharapkan para netizen bisa memberikan edukasi politik disetiap tulisannya agar dapat terwujudkan negara dengan rakyat yang cerdas dan bijaksana. Dan yang tak kalah pentingnya adalah ajakan untuk menjaga nilai-nilai kejujuran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Rasa hormat saya sampaikan di penutup acara kepada siapapun yang hadir. Next program. Ngobrol bareng bukan hanya sekedar ngobrol disebuah ruangan. Tapi bisa ngobrol langsung dihadapan masyarakat lainnya, baik petani, buruh, nelayan, dan mereka yang membangun sektor pangan dan papan, tapi hidup masih dibelakang dengan ciri khas kulit hitamnya. Di sana pula. Kami Netizen Lampung bisa lebih leluasa menuliskan dua arah yang diinginkan pemimpin dan rakyatnya. Tabikpun. Wassallam.

Review Film Naura dan Gank Juara, Menelaah Sebuah Kontroversi

Menulis Indonesia – Oke. Fiks. Sekarang saatnya saya bahas tentang sebuah film yang baru saja saya tonton. Ini kayanya memang lagi sexy. Sebab, lagi banyak perbincangan di sosial media maupun dunia pergooglelan tentang beredarnya film yang satu ini.
Oke sebelum baca secara utuh, apa salahnya tonton dan dengarkan penjelasan saya di Youtube ya, Tentang Review Film Naura dan Gank Juara. Saya berbicara tentang telaah saya pribadi tentang film yang dianggap kontroversi alias memiliki pro dan kontra.

Jadi seperti ini hasil saya menonton,  dan ini review film Naura dan Gank Juara yang bisa diperbincangkan. Siap. Boleh diperbincangan tapi tidak membulli satu sama lain. Biasakan cerdas dalam menelaah sebuah tulisan yang dibaca.
Oke saya mulai review Film Naura dan Gank juara ini. Jadi begini, berdasarkan apa yang telah saya lihat di bioskop Rabu (22/11/2017). Awal yang menggelitik adalah karena saya kebetulan orang Lampung. Dan informasi di film itu penjahat ini adalah orang Lampung. Bahkan mobil yang digunakan berplat Lampung. Tapi saya bukan membahas soal itu ya. Ini mukadimah saja, agar tidak terlalu tegang. Ayo senyum dulu.


Film Naura dan Gank Juara, Pengabadian disebuah layar
Oke, jadi Naura dan Gank Juaranya ini saya telaah sebenarnya lebih ingin menyamapaikan pesan moral yang edukasi bahwa untuk mencapai sebuah juara tidak bisa dilakukan sendiri. Melainkan harus dikerjakan secara tim dan kompak. Tidak harus egois.
Bagaimana kok bisa?
Jadi begini, di setiap film tentu ada faktor konflik dan penanganan masalah. Saya akan bahas satu-satu hingga pada akhirnya kenapa film ini jadi pro dan kontra. Biasakan baca sampai selesai baru berkomentar.
Oke saya lanjutkan lagi. Jadi film ini yang saya lihat di awal adalah sebuah keceriaan anak sekolah yang memiliki prestasi dibidang sains. Dan mewakili tingkat sains regional. Terus berlomba untuk memotivasi sebagai seorang pelajar yang cerdas baik dibidang akademik maupun non akademik.
Hingga terpilihlah tiga orang yang mewakili sekolahannya, yakni Oki, Bimo, dan Naura. Bimo ini memiliki nilai terbesar dibanding Oki dan Naura. Namun, seorang guru lebih memilih Naura sebagai ketua regu dalam acara yang lebih tinggi di sebuah tempat disebut situ gunung.
Setelah ditentukan, muncullah konflik pertama dari sosok Bimo yang tak terima dengan ditunjuknya Naura sebagai ketua regu dalam memimpin perlombaan sains ditingkat regional. Bimo pun protes. Tapi guru tersebut menyebutkan bahwa Naura memiliki pengalaman.
Bimo pun tak pernah menggubris kehadirannya Naura. Sementara, diluar sana ada sosok gambaran tingkat kehawatiran kedua orang tua, yakni kedua orang tua Naura, dimana Naura dan teman-temannya harus camping di tengah hutan yang teramat luas, bagi anak sekolahan diusianya.
Dari cerita di atas yang bisa saya coba pahami adalah masih adanya tingkat keegoisan individu pada anak sekolah yang ingin tampil dan merasa dirinya lebih baik. Lalu ada yang menelaah dengan cerdas dari setiap ketakutan dan keraguan orang lain. Termasuk kedua orang tuanya.
Film Naura dan Gank Juara ini juga lebih menunjukan ke drama musikal. Terhitung kalau tidak salah sampai ada 7 kali drama musikal. Di mana adegan anak anak bernyanyi sambil menari. Selintas film ini mengingatkan saya seperti Petualangan Sherina. Kurang lebihnya seperti itu.
Terus kontroversi film Naura dan Gank Juara ini di mana?
Review Film Naura dan Gank Juara, Menelaah Sebuah Kontroversi
Oke, ini soal pro dan kontra di sebuah film. Tapi sebaiknya kita bijak menelaah. Begini yang bisa saya telaah. Jadi memang kenapa ada kontra. Mungkin saja dalam penggunaan atau penyebutan kalimat “astagfirullah” dari seorang penjahat yang hendak mencuri satwa dilindungi, maupun sebagai penjahat yang menculik Oki di tengah cerita.
Ini berbicara etika, logis tak logis, menyakiti perasaan atau tidak. Di satu pihak wajar kalau ada yang marah. Karena merasa ada diskriminasi dalam tata bahasa. Kenapa bahasa seperti itu diucapkan seorang penjahat. Sementara, seorang Naura dan Bimo dalam hal terjepit justru memotivasi dengan bahasa satire, dengan mengemukakan “Semesta” lengkapnya saya lupa.
Lalu, selain itu, ada keraguan dan kehawatiran orang tua. Kenapa sosok Naura menggunakan celana yang pendek yang memperlihatkan lekukan pahanya yang mungil. Hot Pen. Begitu ya tulisannya. Apa seperti apa. Semoga tidak dipersoal. Iya, jadi kalau sekarang di Indonesia sangat awam ya pakaian seperti itu, dikhawatirkan berdampak buruk pada anak. Namun, masuk segemen selanjutnya sudah normal panjang. Mungkin itu yang dipermasalahkan ya.
Oh iya. Ada lagi. Telaah saya, mungkin tentang penokohan Pak Sumarsono. Mungkin pada adegan pak Sumarsono dan tiga penjahat lainnya, ini yang dianggap sebagai penokohan yang tidakb bisa diterima nalar untuk film anak-anak. Yang dikhawatirkan anak-anak tidak memahami.
Karena Pak Sarwono menampilkan sosok jenaka, dan genit, tapi ternyata mengerikan dalam artian sebagai ketua penjahat. Tapi ini penokohan sebuah film yang diupayakan agar film tidak mudah ditebak. Mungkin ya. karena di beberapa status ada yang bilang bahwa ada adega yang seiko banget ini penjahat. Tapi saya ndak begitu paham apa yang dimaksud seiko oleh beberapa orang.
Jadi ini memang dari tata bahasa, konsep kostum Naura, dan penokohan yang membuat sebagian orang mencibir. Oke sekali lagi sebuah film tidak lepas dari pro dan kontra. Makanya kenapa setiap nonton film anak harus didampingi. Ini agar bisa langsung dijelaskan. Bahkan pertelevisian dan pergooglean itu bahay kalau anak nonton sendirian. Karena belum bisa mencerna dan menelaah dengan baik. Untuk itu kita sama-sama belajar menjadi orang tua yang bijak.
Lalu apa yang bisa disimpulkan saya:
Film ini film petualangan yang memiliki unsur komedi. Dan konfliknya ada di bagaimana seorang anak-anak mengatasi sebuah masalah dan menurunkan tensi egonya demi sebuah status juara. Tapi tak terlepas dari pro dan kontra yang ada. Seperti bagaimana dalam penggunaan bahasa yang baik. Bagaimana seorang penjahat dengan watak jahatnya tidak mencederai siapapun. Dan bagaimana etika seorang anak kepada anak lainnya, mungkin itu ya?
Dan ?
Film Naura dan Gank Juara ini berhasil membuat saya penasaran dengan segala pro dan kontranya. Sebagian di luar berbicara kok film itu ditonton kan gak baik? Di situ saya jadi ingin melihat seperti apa. Begitu pun yang lain. Jangan-jangan ini adalah sebuat set latar kenapa diciptakan agar pada nonton. Ih saya jadi ikut suudzon. Oke saya ralat. Jadi mungkin penulis skenario, produser, maupun siapapun memiliki tujuan tertentu kepada orang tua dan anak. Inilah media pembelajaran. Sebuah film itu sebuah media. Dan pendampingan juga pengarahan perlu dilakukan.
Jadi tidak ada salahnya, menurut saya. Terlepas pro dan kontra itu hak masing-masing orang. Yang jelas diluar pro dan kontra yang terjadi memang tujuan film ini berusaha tampil mengedukasi bahwa kepentingan bersama itu lebih besar dari pada seorangan. Karena bersama itu akan besar dan mampu mengalahkan siapapun termasuk menjadi juara.
Inilah film petualangan, Naura dan Gank Juara yang telah saya tonton dan review. Semoga berkenan. Coba tulis komentar yang santun. Gimana pendapat kalian. Saya juga masih belajar dalam menelaah. Yuk biasakan komentar cerdas... Ditunggu ya...

Tuesday, 21 November 2017

Kantor Pos yang Buka di Hari Libur Berikut Jam Kerjanya

Kantor Pos yang Buka di Hari Libur - Kali ini Menulis Indonesia akan memberikan informasi tentang kantor pos yang tetap buka di hari libur. Wah ngebayangin, di hari-hari libur kantor pos tersebut tetap buka. Sudah barang tentu ini akan memudahkan masyarakat dalam menggunakan jasa Kantor Pos ya.
Kantor Pos yang Buka di Hari Libur
Kantor Pos sampai saat ini memang masih menjadi pilihan sebagian besar masarakat Indonesia sebagai jasa pengiriman paket. Keberadaan Kantor Pos Indonesia yang merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini pun terus diharapkan meningkatkan pelayanannya. Termasuk dalam terus buka meski di hari libur.
Berikut ini penjelasan tentang Jam Kerja Kantor Pos Indonesia yang tetap buka di hari libur. Nah, coba dibaca secara seksama, siapa tahu ada kantor pos terdekat di areal sekitarmu yang masih buka.
Kantor Pos yang Tetap Buka di Hari Libur : 


Nama Kantor
Kode Kantor
Alamat Kantor
Nomor Telepon
Keterangan Libur
Jam Buka
Jam Tutup
Zona Waktu
Amlapura
80800
Jl. Gatot Subroto No. 28
0363-21010
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
13:00
WITA
Bangli
80600
Jl. Kesuma Yuda No. 18
0366-91195
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
13:00
WITA
Banjarsingaraja
81152
Jl. Raya Seririt - Singaraja
-
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
12:00
WITA
Bukitungasan
80364
Jl. Uluwatu Bukit Ungasan
-
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
14:00
WITA
Busungbiu
81154
Jl. Amerta Busungbiu
-
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
12:00
WITA
Dalung
80365B1
Jl. Raya Dalung

Hari Raya Suci Kuningan
08:00
14:00
WITA
DENPASAR
80000
Jl. Raya Puputan Renon
0361-223565, 0361-223566, 0361-223567
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
18:00
WITA
DENPASAR
80000
Jl. Raya Puputan Renon
0361-223565, 0361-223566, 0361-223567
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
14:00
WITA
Denpasarkamboja
80233A
Jl. Raya Kamboja No. 6
0361-222004
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
14:00
WITA
Denpasarperumnas
80119C
Jl. Gunung Batukaru Denpasar
-
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
14:00
WITA
Denpasarsanglah
80114A
Jl. Teuku Umar No. 2
0361-227727
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
14:00
WITA
Denpasarsanur
80228A
Jl. Danau Buyan No. 28
-
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
14:00
WITA
Denpasarsesetan
80223A
Jl. P. Diponegoro No. 146
-
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
14:00
WITA
Denpasartohpati
80237B
Jl. Bakung Denpasar
-
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
14:00
WITA
Denpasartonja
80239A
Jl. Seroja Denpasar
-
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
14:00
WITA
Denpasarubung
80116A
Jl. Cokroaminoto Denpasar
-
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
14:00
WITA
GIANYAR
80500
Jl. Abimanyu No. 4, Gianyar 80511
0361-943190, 0361-955283
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
13:00
WITA
Grokgak
81155
Jl. Raya Gilimanuk - Singaraja
-
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
12:00
WITA
Kerobokan
80365
Jl. Raya Canggu Kerobokan
-
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
14:00
WITA
Kubutambahan
81172
Jl. Raya Air Sanih
-
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
12:00
WITA
Kuta
80361
Jl. Selamet Kuta
0361-754012
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
14:00
WITA
Negara
82200
Jl. Ngurah Rai No. 76 Negara
0365-41203
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
13:00
WITA
Nusadua
80363
Jl. I Gusti Ngurah Rai Nusa Dua
0361-771202
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
14:00
WITA
Pancasari
81161
Jl. Raya Bedugul
-
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
12:00
WITA
Pemuteran
81155B1
Jl. Gerokgak-Gilimanuk

Hari Raya Suci Kuningan
08:00
12:00
WITA
Sawan
81171
Jl. Raya Keloncing Sawan
-
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
12:00
WITA
Semarapura
80700
Jl. Gajah Mada No. 58
0366-21010
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
13:00
WITA
Seririt
81153
Jl. Sudirman 51 Seririt
-
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
12:00
WITA
SINGARAJA
81100
Jl. Gajahmada No. 156
0362-21788, 0362-29150
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
12:00
WITA
Singarajabanyuasri
81116A
Jl. Banyuasri Singaraja
-
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
12:00
WITA
Sukawati
80582
Jl. Raya Sukawati
0361-299696
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
13:00
WITA
TABANAN
82100
Jl. Pahlawan No. 4
0361-811001
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
13:00
WITA
Tabanankediri
82121A
Jl. Wagimin No. 6
-
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
13:00
WITA
Tejakula
81173
Jl. Pandawa Tejakula
-
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
12:00
WITA
Ubud
80571
Jl. Jembawan No. 1
0361-975764
Hari Raya Suci Kuningan
08:00
13:00
WITA

Sekedar untuk perhatian, bagi yang ingin datang ke kantor pos, silakan datang jangan terlalu mepet dengan jam tutup, dan jangan terlalu pagi dari jam buka. Pengalaman biasanya jam buka juga lebih dari jam kerja yang sudah ditentukan. Begitu juga jam tutup. Biasanya lebih awal dari jam yang sudah ditentukan. Selamat sambangi kantor Pos Indonesia.

iklan