Kecamatan Pagelaran STOP BABS


Stop Buang Air Besar Sembarangan

Bambang Pujiatmoko selaku Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Coordinator mengatakan, pemerintah Indonesia telah mencanangkan target Universal Akses Air minum dan Sanitasi.

Di mana hal tersebut ia sebutkan, bahwa target layanan sanitasi adalah 100 persen atau status ODF (Open Defecation Free) Indonesia pada tahun 2019. "Data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Tahun 2015,  40,3 persen penduduk Provinsi Lampung masih berperilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS)," terangnya.

Sementara, menurutnya, berdasarkan data dinas kesehatan (Diskes) Pringsewu tahun 2015, 30 persen masyarakat kabupaten Pringsewu masih berperilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS). "Penyakit yang berbasis lingkungan seperti ISPA, diare, cacingan, Polio, DBD masih menduduki 5 besar angka kejadian penyakit di kabupaten Pringsewu," papar Bambang.

Bambang juga memastikan STBM adalah salah satu program prioritas  pemerintah untuk meningkatkan akses sanitasi masyarakat. "Ini sebagai salah satu bentuk komitmen SNV dalam mendukung pencapaian Akses Universal Sanitasi di Propinsi Lampung khususnya di Kabupaten Pringsewu adalah mendukung pemerintah dalam pelaksanaan STBM untuk pencapaian status ODF," kata dia.

Masih kata Bambang, berdasarkan hasil verifikasi Tim STBM Provinsi dan Kabupaten pada tanggal 10 Mei 2017, Seluruh 22 Pekon (12. 488 KK) di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu telah dinyatakan terbebas dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

"Karena itu, masyarakat dan jajaran aparat Kecamatan Pagelaran bersama Bupati Pringsewu mengadakan deklarasi stop buang air besar sembarangan," katanya.

Deklarasi tersebut berlangsung tanggal 18 Mei 2017 bertempat di lapangan Gemah Ripah, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu. "Tujuan diadakannya deklarasi desa SBS/ODF adalah untuk memberikan apresiasi dan pengakuan atas usaha masyarakat kecamatan Pagelaran yang telah berhasil membuat kecamatan ODF dan agar dapat terus menjaga wilayahnya tetap SBS/ODF dan mengajak masyarakat untuk melanjutkan melakukan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.
Capaian Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu," kata dia.

Upaya perubahan perilaku masyarakat melalui program STBM yang dimulai Juli 2015 sampai dengan Mei 2017 setidaknya telah menghasilkan beberapa capaian, yakni:
22 Pekon Atau sejumlah 14.860 KK. di Kecamatan Pagelaran sudah dinyatakan terbebas dari perilaku BABS.

Terjadinya penurunan angka kejadian penyakit diare di kecamatan pagelaran sekitar 52%. Hal ini dilihat dari angka kasus diare pada tahun 2015  sampai dengan bulan april sebelum ODF sebesar 124 kasus. Sedangkan pada tahun 2017 sampai dengan bulan April, angka kasus diare sebesar 53 kasus.

Telah terbangun 5. 260 jamban sehat unit jamban di kecamatan pagelaran, senilai 4,9 miliar rupiah atas swadaya masyarakat.
Tumbuhnya wirausaha sanitasi melalui paguyuban jamban sewu, yang memproduksi sarana sanitasi seperti kloset, cetakan kloset, dan pembangunan septitank.

Terbentuk dan berkembangnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang salah satu bidang usahanya adalah sanitasi di 8 desa. Pembelajaran pencapaian kondisi Stop BABS di Kecamatan Pagelaran akan dan telah diadopsi oleh pemerintah kabupaten Pringsewu dalam rangka mencapai kondisi kabupaten Pringsewu Stop BABS pada tahun 2017 atau Kabupaten Pringsewu ODF2017. (Admin - Yoga Pratama)