temu-tamu pada matamu


biarkan aku sejenak menatap matamu
ada yang masih ingin kukenang
meski hanya bisa kupahat kenangan itu dalam pandang
karena kenangan di matamu telah lama luput
saat kau yang selalu takut untuk memberikan dirimu padaku saat berbicara hidup

biarkan aku sejenak menggenggam erat tanganmu
seperti biasanya yang dulu kita selalu berlalu lalang di pinggiran ilalang
jangan takut hujan datang
karena telah kuhentikan hujan
kini sayup-sayup takkan buatkan kenangan kita basah kuyup
lebih lama, sebentar saja
kau jangan dulu tergesa-gesa berlalu
karena aku masih mencoba kembali menciptakan bunga-bunga untuk mengetuk isi dalam dadamu

selama ini aku sudah cukup tabah
dalam kesendirian
sekuat hati memendam kerinduan
berjalan dalam ragu-ragy
ditertawakan orang-orang dungu

akulah orang-orang yang pada akhirnya sok kuat
karena kerap merahasiakan rintik kerinduan
kepada angin yang kerap menyapaku
kepada pohon berbunga itu
terlebih kepadamu yang tetap menjadi fana seperti waktu

sekali lagi
berikan aku kesempatan untuk bertemu
lalu menatap matamu lebih lama
tak hanya selintas
lalu membekas
sekedar bayang