INI TENTANG HUJAN DAN KITA YANG AKAN MENINGGALKAN JANUARI



“Mungkin ini cerita, sebelum kematian itu tiba. Aku tertahan pada kata-kata. Hingga pada akhirnya, aku menjadi orang yang berandai. Mungkin ini akan usai, ketika tutup usia. Kapan? Ketika aku tak mampu lagi melanjutkan tulisan ini. Sebelum aku melihat mereka (anak-anakku), atau bahkan melihat dia (siapa yang menjadi pendampingku), mungkin aku yang tak mampu lagi melihat hitam dilatari matahari.”

Ada banyak cara Tuhan untuk mempertemukan dan memisahkan seseorang. Dengan caranya yang baik dan bertujuan baik. Pertemuan dan perpisahan itu diharapkan dapat dijadikan pelajaran bagi setiap orang.
klik; HuJanuari
Tak dipungkiri ada keraguan dari setiap anak muda zaman sekarang soal jodoh, soal siapa pasangannya untuk mewujudkan komitmen bersama. Pertanyaanya kelasik. Apakah bisa menikah tanpa mengenal dekat dan tidak menjalani hubungan dengan status pacaran?
Lalu, pertanyaan lainya bagaimana mereka yang baru saja tersadar tentang kualitas cinta yang baik, cinta yang hakiki. Semua seolah datang terlambat bagi orang-orang tersebut memahami. Termasuk kita? Dan beberapa di antaranya pun menjawab “Tuhan tidak merestui mereka di masa lalu. Tetapi, Tuhan akan merestui dia di masa depan.” Artinya, semua yang telah berlalu itu adalah masa lalu. Apapun bentuknya, mereka adalah sesuatu yang belum direstui oleh Tuhan, hingga saatnya tuhan merestui seseorang dengan status pernikahan di masa depanya. Masa depan, kapan? Disaat keduan insan, laki dan perempuan meletakan janji suci untuk hidup bersaa dalam status pernikahan. Bisa saja hari ini, besok, dan di lain waktu ketika keduanya siap.
Dengan siapa? Biarlah semua menjadi rahasiaNya, setidaknya gue sebagai makhluk ciptaanya terus berusaha mencari yang terbaik, untuk keluarga, dan untuk masa depan.
Di Januari, akan ada sebuah kebetulan dalam setiap pertemuan, dan juga akan ada sebuah kebetulan saat terjadinya perpisahan. Ya, akan ada orang yang merasakan bahwa pertemuan dan perpisahan yang singkat terjadi di Januari ini. Saat ini, januari pun tinggal menghitung hari, dan akan berganti.
Pastikan kita meyakini, bahwa di setiap pertemuan pastinya akan ada perpisahan. Baik, itu sementara, ataupun selamanya. Baik itu di dunia, maupun dipertemukan dengn perpisahan yang disebut kematian. Sesuatu hal tarik-menarik yang terjadi dalam kehidupan. Sama seperti datang dan pergi. Tetapi itulah seni dalam hidup.
            Kenapa demikian? Kita diajarkan untuk saling mengerti dan memahami. Diajarkan juga untuk bersabar dalam menghadapi sesuatu hal. Begitupun tentang merelakan yang telah pergi, sama seperti memudahkan membuka hati ketika ada yang datang.
            Semoga di Januari, pertemuan dan perpisahan mengajarkan kita artinya kualitas diri. Dari kualitas cinta sampai kualitas hati. Apakah kita sadar, sebagai manusia kita nggak akan bisa tampil dengan sempurna. Akan tetapi, setiap orang akan terus berusaha menjadi yang terbaik. Jika masih ada orang lain yang menilai negatif, artinya dalam hidup tidak semua akan berjalan dengan baik. Sama halnya pertemuan yang akan juga berjumpa dengan perpisahan.
Semoga, di penghujung januari, jikalaupun terjadi hujan, segala tanya sudah terjawab, dan kita bisa melangkah pasti di bulan selanjutnya, tanpa sebuah keraguan dari sebuah pertemuan yang akhirnya bertemu dengan perpisahan.